ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DEKLOROFILASI DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus)

  • Elvira Masmor Universitas Muslim Indonesia
  • Zainal Abidin
  • Rais Razak
Kata Kunci: : Daun Kenikir (Cosmos Caudatus);Flavonoid;Deklorofilasi;Spektrofotometri UV-Vis

Abstrak

Tanaman daun kenikir (Cosmos caudatus) dari familia Asteraceae, merupakan familia yang banyak digunakan sebagai obat herbal. Daun kenikir biasa dimanfaatkan sebagai sayur atau lalapan. Daun kenikir  juga digunakan sebagai obat maag, meningkatkan sistem imun tubuh, menguatkan tulang, menambah nafsu makan, dan mengatasi bau mulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan penilitian analisis flavonoid pada ekstrak deklorofilasi daun kenikir (Cosmos caudatus) secara spektrofotometer UV-Vis. Penggunaan ekstrak deklorofilasi daun kenikir (Cosmos caudatus) bertujuan untuk menghilangkan klorofil pada daun, dan Metode ini belum pernah diaplikasikan pada ekstrak dengan pelarut organik yang lain. Metode ini memiliki potensi untuk dikembangkan dalam usaha penghilangan klorofil dari ekstrak daun. Hasil penelitian yang diperoleh ekstrak deklorofilasi daun kenikir (Cosmos caudatus) pada spektrofotometri UV-Vis teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid, dengan kadar flavonoid etanol sebesar 63,0833 mgQE/g ekstrak , dan ekstrak deklorofilasi kadar flavonoid sebesar 105,283 mgQE/g  deklorofilasi ekstrak.

Referensi

[1] Suprianto, S., Faisal, H., & Subekti, E. (2021). Efektifitas Lotion Anti Nyamuk Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus). Jurnal Indah Sains Dan Klinis, 2(1), 1–5. https://doi.org/10.52622/jisk.v2i1.9
[2] Moshawih, S., Cheema, M. S., Ahmad, Z., Zakaria, Z. A., & Hakim, M. N. (2017). A comprehensive review on Cosmos caudatus (Ulam raja): pharmacology, ethnopharmacology, and phytochemistry. International Research Journal of Education and Sciences, 1(1), 14–31. http://psasir.upm.edu.my/id/eprint /59390/
[3] Dwiyanti, W., Ibrahim, M., & Trimulyono, G. (2014). Pengaruh ekstrak daun kenikir (cosmos caudatus) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus secara In Vitro. Lentera Bio, 3(1), 1–5. https://core.ac.uk/download/pdf/230675307.pdf
[4] Sari, A. K., Ayuchecaria, N., Febrianti, D. R., Saputera, M. M. A., & Regitasari, V. (2019). Analisis Kuantitatif Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Di Banjarmasin Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Visible. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(1), 7–17. https://doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.1
[5] Riwanti, P., Izazih, F., & Amaliyah, A. (2020). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50, 70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM), 2(2), 82–95. https://doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.1
[6] Jumpatong, K., Phutdhawong, W., & Buddhasukh, D. (2006). Dechlorophyllation by electrocoagulation. Molecules, 11(2), 156–162. https://doi.org/10.2175/106 143015X14362865226996.
[7] Vifta, R. L., Mafitasari, D., & Rahman, E. (2020). Skrining Antioksidan Dan Aktifitas Antidiabetes Ekstrak Terpurifikasi Etil Asetat Kopi Hijau Arabika ((Coffea Arabica L.) Secara Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Zarah, 8(2), 62–68. https://doi.org/10.31629/zarah.v8i2.1464
[8] Susanti, S., Hajrin, W., & Hanifa, N. I. (2022). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Salep Ekstrak Etanolik Daun Tekelan (Chromolaena odorata L.). Jurnal Ilmu Farmasi Dan Farmasi Klinik, 19(2), 88–94. https://doi.org/10.31942/jiffk. v19i2.4483
[9] Latif, R. A. (2018). analisis kadar senyawa flavonoid ekstrak metanol kulit batang waru (Hibiscus tiliaceus L) dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis (Vol. 1). Universitas Negeri Gorontalo.
[10] Armin, F., Dewi, Y. Y., & Mahyuddin, M. (2016). Penentuan kadar senyawa fenolat dan uji aktivitas antioksidan pada buah terung belanda (Cyphomandra Betacea (Cav.) Sendtn) secara spektrofotometri visibel. Jurnal Farmasi Higea, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.52689/higea.v3i1.39
Diterbitkan
2024-03-23
Bagian
Articles